Jumat, 02 November 2012

Konflik dan Integrasi Sosial


BAB III Konflik dan Integrasi Sosial
1 Standar Kompetensi
1.  Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial
2 Kompetensi dasar
1.2 Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat
3 Indikator
1.  Menjelaskan primordialisme
2.  Menjelaskan etnosentrisme
3.  Menjelaskan politik aliran (sektarian)
4.  Menjelaskan konsolidasi
5.  Menjelaskan pengertian konflik
6.  Menjelaskan faktor-faktor penyebab konflik
7.  Menyebutkan bentuk-bentuk konflik
8.  Menjelaskan dampak konflik
9.  Menjelaskan konflik dan kekerasan
10. Menemutunjukkan teori-teori tentang kekerasan
11. Menjelaskan cara pengendalian konflik dan kekerasan
12. Menjelaskan pengertian integrasi sosial
13. Menyebutkan bentuk-bentuk integrasi sosial
14. Menjelaskan faktor-faktor pendorong integrasi sosial
1.  Pengaruh Diferensiasi sosial dan Startifikasi sosial
     Secara umum diferensiasi dan stratifikasi memberikan pengaruh positif yaitu mendorong terjadinya integrasi sosial, sedang pengaruh negarif yaitu terjadinya disintegrasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primordialisme, etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi.
1.1 Primordialisme
     Yakni pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri induvidu, seperti suku bangsa, ras, dan agama. Primordialisme berasal dari bahasa latin primus yang artinya pertama dan ordini artinya tenunan atau ikatan. Jadi primordialisme berarti ikatan-ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial, dengan hal-hal yang dibawanya sejak lahir seperti suku bangsa, ras, klen, asal usul kedaerahan, dan agama.
     Primordialisme dapat terjadi karena faktor-faktor berikut:
1.   Adanya yang dianggap istimewa oleh induvidu dalam suatu kelompok atau perkumpulan sosial.
2.    Adanya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok atau kesatuan sosial dari ancaman luar.
3.    Adanya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai keagamaan dan pandangan.
1.2      Etnosentrisme
     Primordialisme yang berlebihan juga akan menhhasilkan sebuah pandangan subjektif yang disebut etnosentrisme / fanatisme suku bangsa. Jadi etnosentrisme yaitu suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku dimasyarakatnya, maka orang akan selalu menganggap kebudayaannya memiliki nilai lebih tinggi daripada kebudayaan masyarakat lain. Contoh di afrika selatan berlaku politik apartheid, masyarakat menganggap bahwa kulit putih lrbih tinggi derajatnya dari kulit hitam.
     Etnosentris dapat menghambat hubungan antarkebudayaan atau bangsa. Namun etnosentrisme juga memiliki segi-segi positif yakni:
1.    Dapat menjaga keutuhan dan kestabilan budaya.
2.    Dapat mempertinggi semagat patriotisme dan kesetiakawanan kepada bangsa.
3.    Dapat memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan atau bangsa.
1.3      Politik Aliran (Sektarian)
     Yakni keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa (ormas), baik formal atau non formal. Sedang yang menjadi tali pengikatnya adalah ideologi atau aliran (sekte) tertentu, contoh, partai PKB dikelilingi oleh ormas-ormas NU.
     Menurut Clifford geertz dalam kajiannya di Mojokerto, Pare, Jatim bahwa masyarakat Jawa memiliki 3 aliran:
       1.  Golongan santri
       2.  Golongan priyayi
       3.  Golongan abangan                
1.4      Konsolidasi
    Berasal dari kata consolidation yang berarti penguatan atau pengukuhan. Secara politis konsolidasi merupakan usaha untuk menata kembali atau memperkuat suatu himpunan atau organisasi yang dinilai terancam perpecahan. Usaha menata dan memperkuat himpunan itu dilakukan dengan cara menetapkan kelompok lain sebgi musuh bersama.
     Konsolidasi memiliki dua sisi:
1.  Sisi ke dalam
     Akan memperkuat solidaritas ke dalam suatu organisasi atau himpunan.
2.  Sisi ke luar
     Akan menimbulkan sikap antipati dan kecurigaan terhadap organisasi lain.
1.         Uji Penguasaan Materi
1.  Promordialisme berasal dari kata ... dan ... .
2.  Primordialisme yang berlebihan yang akan menghasilkan sebuah pandangan subjektif yang disebut ... .
3.  Usaha untuk menata kembali atau memperkuat suatu himpunan atau organisasi yang dinilai terancam perpecahan disebut ... .
4.  Konsep politik aliran pertama kali dikemukakan oleh ... .
5.  Primordialisme dapat membangkitkan ... dan ... .

Jawaban!
1.  primus dan ordiri
2.  etnosentrisme
3.  konsolidasi
4.  Clifford Greertz
5.  prasangka dan permusuhan
2.  Konflik Sosial
2.1      Pengertian Konflik
1.  Kamus Besar BHI
    Yakni percekcokan, perselisihan, atau pertentangan
2.  Sosiologis
    Yakni suatu proses sosial antara dua orang atau lebih yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan pihak lawan, yang disertai dengan ancaman atau kekerasan
3.  Lewis A. Coser
     Yakni sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya yang bersifat langka, dengan maksud menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan.
4.  Gilin
     Yakni sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan (oppositional process) artinya konflik adalah bagian dari sebuah proses interaksi sosial yang terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku.
5.  Clinton F. Fink
     yakni hubungan psikologis yang berkaitan dengan tujuan-tujuan yang tidak dapat disesuaikan dan tidak dapat dipertemukan dengan adanya struktur nilai yang berbeda.
     Dalam kehidupan pengertian konflik ada 2 macam:
     a.       Konflik negatif
          Dihubungjan dengan kekerasan, penghancuran, , emosi tidak terkontrol, hura-hura, pemogokan, dan demonstrasi.
     b.       Konflik positif
          Disebut juga persaingan sehat, di mana pihak-pihak yang bersaing secara sadar bersikap sportif untuk mencapai suatu tujuan, misal dalam dunia olehraga semua atlit dituntut untuk sportif
2.2      Faktor-faktor penyebab konflik
Menurut Soerjono soekanto ada 4 penyebab konflik masyarakat:
1.  Perbedaan antarinduvidu
2.  Perbedaan kebudayaan
            Perbedaan kepribadian seseorang tergantung pada pola-pola kebudayaan yang menjadi latar belakang pembentukan dan perkembangan kepribadian orang tersebut. Interaksi antarinduvidu dan antarkrlompok dengan pola kebudayaan yang cenderung berlawanan dapat berakibat konflik.
3.  Perbedaan kepentingan
            Kepentingan ini dapat menyangkut politik, ekonomi, sosial dan budaya. Contoh dalam hal pemanfaatan hutan antara petani perambah hutan yang memanfatkan hutan sebagai kegiatan ekonomi yang turun temurun, semesntara kelompok pecinta alam ingin menyelamatkan hutan dan beranggapan hutan sebagai paru-paru dunia sekaligus sebagai penyelamat daro bocornya lapisan ozon.
4.  Perubahan sosial
            Masyarakat yang terus berubah seiring dengan kebutuhan dan pengetahuannya. perubahan-perubahan ini tentu mempengaruhi cara pandang sebagaian anggota masyarakat terhadap nilai, norma, dan pola perilaku masyarakat.Contoh konflik antara golongan muda dan tua, golongan muda cenderung ingin merombak perilaku atau tradisi masyarakat sedang golongan tua ingin mempertahankan pola perilaku dan tardisi nenek moyangnya.
2.3      Bentuk-bentuk konflik
Menurut Lewis A. Coser ada 2 bentuk konflik:
1.  Konflik realitas
       Berasal dari kekecewaan induvidu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan- tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial. Contoh para karyawan ang mengadakan pemogokan melawan manageman perusahaan merupakan salah satu contoh konflik realitas.
2.  Konflik nonrealitas
       Konflik yang berasal bukan dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonistis melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan. Contohnya dalam masyarakat tradisional pembalasan dendam lewat ilmu gaib.

Berdasarkan kedua bentuk konflik di atas Lewis A. Coser membedakan konflik menjadi 2:
1.  Konflik in-group
       Yakni konflik yang terjadi dalam kelompok itu sendiri. contoh, konflik yang terjadi antaranggota dalam suatu geng.
2.  Konflik out-group
       Yakni konflik yang terjadi antara suatu kelompok dan kelompok lain. Contoh, konflik masyarakat Dayak dan Madura di sampit, antar kelompok agama di Maluku.

Menurut Dahrendorf membedakan konflik menjadi 4:
1.         Konflik-konflik di antara peranan-peranan sosial.
            Contoh, peranan suami-istri dalam mendapatkan penghasilan.
2.         Konflik-konflik di antara kelompok-kelompok sosial.
3.    Konflik-konflik di antara kelompok-kelompok yang terorganisasi dan tidak terorganisasi.
4.         Konflik-konflik di antara satuan nasional.
       Contoh, antara parpol, antar negara-negara, antar organisasi- organisasi internasional.

Menurut Soerjono Soekanto, bentuk konflik ada 5:
1.  Konflik atau pertentangan pribadi
2.  Konflik atau pertentangan rasial
3.  Konflik atau pertentangan antara kelas-kelas sosial
4.  Konflik atau pertentangan politik
5.  Konflik atau pertentangan yang bersifat internasional

Menurut Ursula Lehr dari sudut prikologi sosial, bentuk-bentuk konflik ada 9:
1.  Konflik dengan orang tua sendiri
2.  konflik dengan anak-anak sendiri
3.  Konflik dengan keluarga
4.  Konflik dengan orang lain
5.  Konflik dengan suami atau istri
6.  Konflik di sekolah
7.  Konflik dalam pemilihan pekerjaan
8.  Konflik agama
9.  Konflik pribadi
2.4      Dampak sebuah konflik
Segi positif konflik
1. Dapat memperjels aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas ditelaah
    Cohtoh, permasalahan dalam diskusi atau seminar biasanya bersifat positif. perbedaan pandangan justru dapat memperjelas atau mempertajam kesimpulan seminar tersebut.
2. Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dala kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok
3. Meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (group solidarity) Menurut William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff mengatakan semakin besar permusuhan terhadap kelompok luar semakin besar pula integrasi atau solidaritas kelompok.
4. Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarinduvidu dan kelompok
5. Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma baru.
6. Dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat.
7. Memunculkan sebuah kompromi baru bila terjadi konflik dalam kekuatan seimbang.

Segi negatif suatu konflik:
1.  Keretakan hubungan antaraindividu dan persatuan kelompok.
2.  Kerusakan harta benda da hilangnya nyawa manusia.
3.  berubahnya kepribadian para induvidu
4.  Munculnya dominasi kelompok pemenang atas krlompok yang kalah.
2.5   Konflik dan kekerasan
1.  Konflik
     Konflik selalu disertai dengan luapan perasaan tidak suka, benci, dan amarah
2.  Pengertian kekrasan menurut kamus BI:
     Yakni perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cidera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kersakan fisik atau barang orang lain. Jadi kekrasan adalah bentuk lanjutan dari sebuah konflik sosial.
     Bentuk-bentuk kekerasan ada 2:
     a. Kekerasan langsung (direct violence)
         Misalnya, melukai orang lain, membunuh, memperkosa dll.
     b. Kekerasa tidak langsung (indirect violence)
         Misalnya, mengintimidasi, memfitnah, meneror
3.  Menurut sosiologi
     Kekerasan terjadi ketika seseorang atau kelompok yang berinteraksi mengabaikan norma dan nilai-nilai sosial dalam mencapai tujuan masing-masing.
4.  Menurut N.J. Smelser kekerasan yang bersifat masal ada 5 tahapan:
     a. Situasi kerusuhan yang disebabkan oleh struktur sosial tertentu, seperti tidak adanya sistem tanggung jawab yang jelas dalam masyarakat atau tidak adanya saluran komunikasi
     b. Adanya tekanan sosial, dimana nilai dan norma banya dilanggar
     c. Berkembangnya perasaan benci misal, pada pemerintahan, ras, dan agama tertentu.
     d. Mobilitas untuk beraksi, yakni tindakan nyata yang berupa pengorganisasian diri untuk bertindak
     e.  Kontro sosial, aparat keamanan untuk mengendalikan, menghambat, dan mengakhiri kekerasan atau kerusuhan  
2.6   Teori-teori tentang kekerasan
1.  Teori faktor induvidu
     Faktor penyebab dari perilaku kekerasan oleh 2 faktor, yakni:
     a.  Faktor pribadi
         Meliputi: kelainan jiwa seperti, psikopat, psikoneurosis, frustasi yang kronis, serta pengaruh obat terlarang.
     b.  Faktor sosial
          Meliputi: konflik rumah tangga, faktor budaya, dan faktor media masa
2.  Teori faktor kelompok
     Induvidu cenderung membentuk kelompok dengan mengedepankan identits berdasarkan persamaan ras, agama, atau etnik. Identitas kelompok ini yang cenderung dibawa ketika berinteraksi dengan orang lain. Contoh, kerusuhsn oleh dua suporter sepak bola, kekerasan rasial terjadi di Poso, Maluku, afrika Selatan, dan Palestina.
3. Teori dinamika kelompok
     Kekerasan ini timbul karena adanya deprivasi relatif (kehilangan rasa memiliki) yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat. Contoh masuknya perusahaan free port di Papua yang diikuti kedatangan orang-orang asing. Orang asing tersebut membawa berbagai teknologi, perilaku, dan tata nilai yang berbeda dengan masyarakat setempat. Perekmabangan ini menyebabkan masyarakat setempat merasa terasing dan timbullah depresi relatif yang berakhir dengan perlawanan atau kekerasan.
2.7   Cara pengendalian konflik dan kekerasan
Sebagai gejala sosial, konflik hanya akan hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri, oleh karena itu yang bisa dilakukan adalah pengendalian agar konflik tidak berkembang menjadi kekerasan (violence)

Ada 3 syarat agar konflik tidak terjadi kekerasan:
1.  Setiap kelompok yang terlibat konflik harus menyadari adanya situasi konflik di antara mereka.
2.  Pengendalian konflik akan bisa diatasi apabila kekuatan sosial tersebut terorganisir dengan jelas.
3.  Setiap kelompok harus mematuhi aturan main yang telah disepakati bersama.

Ada 3 macam bentuk pengendalian konflik sosial:
1. Konsiliasi
     Konsiliasi merupakan bentuk pengendalian konflik yang pertama dan utama, yakni suatu usaha untuk memerhatikan keinginan pihak-pihak yang berselisih guna mencapai suatu persetujuan. Contoh pengendalian ini melalui lembaga perwakilan rakyat berbagai kelompok kepentingan bertemu di lembaga ini.
     Agar berfungsi efektif lembaga konsiliasi harus mmenuhi 4 hal:
     a.  Harus lembaha yang otonom, keputusannya tanpa campur tangan lembaga lain.
     b.  Lembaga tersebut bersifat monopolitis, artinya lembaga inilah yang berfungsi demikian.
     c.  Lebaga tersebut harus berperan agar yang bertikai merasa terikat kepada lembaga tersebut.
     d.  Lembaga tersebut harus bersifat demokratis, artiya seriap pihak diberi kesempatan untuk menyatan pendapatnya,
2. Mediasi
     Kedua belih pihak sepakat menunjuk pihak ketiga sebagai mediator, artinya pihak ketiga memberikan pemikiran atau nasehat-nasehatnya tentang cara terbaik dalam menyelesaikan konflik (memberikan alternatif pemecahan dan tidak berhak memutuskan).
3. Arbitrasi / perwasitan
     Kedua belah pihak sepakat menghadirkan pihak ke- 3 yang akan memberikan keputusan untuk menyelesaikan konflik, dan kedua belah pihak harus menerima keputusan pihak ke- 3.

Menurut George Simmel ada beberapa cara untuk menyelesaikan konflik:
1.    Kemenangan salah satu pihak atas pihak lain.
       Contoh Kekalahan Jepang atas sekutu.
2.    Kompromi diantara pihak-pihak yang bertikai, berakibat tidak ada yang menang atau kalah
       Contoh gencatan senjata Indonesia dengan Belanda pasca perang kemerdekaan.
3.    Rekonsiliasi antara pihak-pihak yang bertikai, mengembalikan suasana persaabatan dan saling percaya diantara pihak-pihak yang bertikai
       Contoh pertikaian Indonesia dengan Malaysia.
4.    Saling memaafkan
5.    Kepakatan untuk tidak berkonflik.

Cara pengencalian konflik yang lain:
1.  Memberikan perhatian pada salah satu pihak yang berkonflik dengan cara menyuap atau menyogok
2.  Menggunakan pihak ke 3 atau arbitrase
3.  Menggunakan aturan yang ketat, pihak yang berkonflik mau berlindung pada peraturan birokrasi atau bukum formal.  
     
Uji Penguasaan Materi
1.  Konflik berasal dari kata ... yang artinya ... .
2.  Coser menyatakan terdapat dua bentu konflik yaitu ... dan ... .
3.  Suatu kondisi ketika sejumlah besar anggota masyarakat merasa bahwa nilai dan norma sudah dilanggar disebut ... .
4.  Menurut Danhendorf, masyarakat terdiri atas organisasi-organisasi yang di dasarkan pada kekuasaan atau wewenang yang dinamakan ... .
5.  Pengendalian konflik di mana kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator disebut ... .
Jawaban:
1.  Confligere, saling memukul
2.  Konflik realistis dan nonrealistis
3.  tekanan sosial
4.  Imperative coordinated associations
5.  Mediasi
3.  Integrasi sosial
3.1      Pengertian integrasi sosial
1. KBBI
     Yakni pembauran sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Istilah pembauran berarti masuk kedalam, menyesuaikan, menyatu atau melebur sehingga menjadi seperti satu.
     Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda sehingga menjadi satu kesatuan meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dan norma.
2.  Abu Ahmadi
     Yakni terdapat kerjasama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari tingkat induvidu, keluarga, lembaga, dan masyarakat sehingga menghasilkan konsensus nilai yang sama-sama dijunjung tinggi.
3.  Abdul Syani
     Yakni tidak cukup diukur dari kreteria berkumpul atau bersatunya anggota masyarakat dalam arti fisik akan tetapi juga pengembangan sikap solidaritas dan perasaan manusiawi.
4.  Baton
     Yakni suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan fungsi penting pada perbedaan ras tersebut.
5.  William F. Ogburn dan Mayer Nimkoff, syarat terjadinya integrasi:
     a.  Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan- kebutuhan mereka.
     b.  Masyarakat berhasil menciptakan konsensus  bersama mengenai nilai dan norma
     c.  Nilai dan norma berlaku cukup lama, tidak budah berubah

Cepat lambatnya integrasi tergantung beberapa faktor:
1.  Homogenitas kelompok
2.  Besar kecilnya kelompok
3.  Mobilitas geografis
4.  Efektifits komunikasi
3.2      Bentuk-bentuk integrasi sosial
1. Integrasi normatif
    Sebuah bentuk integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku di masyarakat
2. Integrasi fungsional
    Terbentuknya karena adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyarakat. Misal suku Bugis yang suka melaut difungsikan sebagai penydia hasil laut, suku Minang suka berdagang difungsikan penjual hasil-hasil laut tersebut.
3.  Integrasi Koersif (kekerasan)
     Integrasi ini terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Contoh perampok yang dihentikan polisi dengan menembakkan kakinya dengan peluru karet.

Proses integrasi melalui proses-proses:
1.  Asimilasi
     Yakni suatu proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada diantara induvidu-induvidu atau kelompok dalam masyarakat. Batas -batas diantara mereka akan hilang dan lebur menjadi satu kesatuan. Asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau terkadang bersifat emosional, dengan tujuan mencapai keasatuan (integrasi).
2.  Akulturasi
    Menurut Koentjaraningrat, alkulturasi yakni proses sosial yang terjadi bila kelompok sosial dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda, hingga diterima namun kebudayaan sendiri tetap eksis
     Kebudayaan asing akan diterima apabila memenuhi syarat-syarat:
     a.  Tidak ada hambatan geografis.
     b.  Kebudayaan yang datang memberi manfaat yang lebih besar
     c.  Adanya persamaan dengan unsur-unsur kebudayaan lama.
     d.  Adanya kesiapan pengetahuan dan ketrampilan tertentu.
     e.  Kebudayaan itu bersifat kebendaan.
3.3      Faktor-faktor pendorong integrasi sosial
1.  Toleransi terhadap kelompok-kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda.
2,  Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi bagi berbagai golongan masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda.
3.  Sikap saling menghargai orang lain dengan kebudayaannya
4.  Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
5.  Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
6.  Perkawinan campuran (amalgamation)
7.  Adanya musuh dari luar.
Uji Penguasaan Materi
1.  Pembauran sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat disebut ... .
2.  Integrasi sosial akan mudah tercapai apabila tingkat kemajemukannya ... .
3.  Integrasi yang terbentuk berdasarkan fungsi-fungsi yang ada dalam masyarakat disebut ... .
4.  Integrasi yang terbentuk berdasarkan kekuasaan dan dilakukan dengan cara-cara koersif disebut ... .
5.  Integrasi sosial dapat dilihat melalui proses ... dan ... .

Jawaban:
1.  Integrasi
2.  Rendah (homogen)
3.  Integrasi fungsional
4.  Integrasi koersif
5.  Asimilasi dan akulturasi
4 Evaluasi
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1.  suatu proses soaial antara dua orang atau lebih sehingga slah satu pihak atau kedua pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak perdaya disebut ... .
     a.  interaksi sosial
     b.  konflik sosial
     c.  persaingan sosial
     d.  pertikaian sosial
     e.  kontravensi
2.  Salah satu faktor penyebab terjadinya konflik adalah ... .
     a.  perbedaan tempat kelahiran
     b.  perbedaan kelompok
     c.  perbedaan usia
     d.  perbedaan suku
     e.  terjadinya perubahan nilai
3.  Berikut ini, yang merupakan segi positif dari sustu konflik yakni ... .
     a.  mengubah kepribadian induvidu
     b.  menyesuaikan kembali noema dan nilai sesuai kebutuhan
     c.  menciptakan integrasi
     d.  menghilangkan dendam dan rasa benci di antara anggota masyarakat
     e,  mencapai kesepakatan dalam masyarakat
4.  Berikut ini, yang merupakan segi negatif dari suatu konflik yaitu ... .
     a.  keretakan hubungan antarinduvidu
     b.  tercapainya keseimbangan kekuatan
     c.  munculnya induvidu yang berkuasa
     d.  meningkatnya sentimen primordialisme
     e.  mengurangi rasa solidaritas
5.  Konflik yang terjadi antara pembantu rumah tangga wanita Indonesia dan majikannya di Malaysia adalah contoh bentuk konflik ... .
     a.  antarkelas sosial
     b.  antaragama
     c.  induvidu
     d.  antargenerasi
     e.  politik
6.  Proses peyesuaian unsur-unsur sosial yang berbeda sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang serasi disebut ... .
     a.  disintegrasi
     b.  kontravensi
     c.  integrasi sosial
     d.  interaksi sosial
     e.  hubungan sosial
7.  Berikut ini, yang merupakan faktor-faktor yang dapat mempercepat atau memperlambat terjadinya integrasi sosial adalah ... .
     a.  perbedaan status sosial
     b.  adanya homogenitas kelompok
     c.  relasi sekunder
     d.  perpindahan fisik
     e.  efisiensi komunikasi
8.  Terciptanya integrasi sosial di dalam masyarakat dapat dilihat dari ... .
     a.  adanya pola pikir yang seragam
     b.  terwujudnya ketentraman dalam kehidupan bersama
     c,  terciptanya dominasi salah satu kelompok masyarakat
     d.  nilai sosial ditentukan oleh salah seorang anggota kelompok
     e.  timbulnya kesamaan kehendak diantara anggota masyarakat
9.  Berikut ini yang tidak termasuk faktor pendorong integrasi soaial adalah ... .
     a.  toleransi antarkebudayaan yang berbeda
     b.  perkawinan campuran
     c.  sikap tertutup dari golongan yang berkuasa di dalam masyarakat
     d.  sikap saling menghargai kebudayaan lain
     e.  kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi
10. Konflik adalah gejala yang wajar terjadi di dalam masyarakat karena ... .
     a.  kehidupan masyarakat sekarang selalu bersaing
     b.  sebgai makluk sosial, manusia senantiasa berubah
     c.  Kkonflik selalu membawa kemajuan bagi anggota masyarakat
     d.  manusia mendapatkan keuntungan dari konflik
     e.  manusia memang suka berkonflik
11. suatu konflik akan berkembang menjadi kekerasan apabila ... .
     a.  anggotanya terus menerus bertambah
     b.  norma dan nilai-nilai sosial yang ada berubah
     c,  hilangnya figur yang dihormati dalam masyarakat
     d.  ada pihak ketiga yang memans-manasi
     e.  nilai dan norma sosial sama sekali tidak diakui lagi
12. Contoh kekerasan yang dapat timbul menurut teori deprivasi relatif adalah ... .
     a.  kerusuhan yang disebabkan oleh konflik antarpendukung kesebelasan
     b.  perang yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia dalam memperebutkan wilayah
     c.  peristiwa pemboman yang terjadi di kedutaan besar Australis du Jakarta
     d.  kekerasan terhadap pekerja pertambangan Freeport di pedalaman Papua
     e.  kekerasan yang dilakukan seorang suami terhadap istrinya
13. Berikut ini yang merupakan pendekatan atau cara pengendalian soaial adalah ... .
     a.  melakuakn penyuapan atau penyogokan kepda salah satu pihak
     b.  membuat persaingan antara pihak yang berkonflik
     c.  menggunakan pola bertahan
     d.  menggunakan aturan yang tidak mengikat
     e.  menghancurkan salah satu pihak yang berkonflik
14. Bentuk pengendalian konflik yang dilakukan dengan cara konsiliasi adalah ... .
     a.  bentuk pengendalian konflik yang dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang dapat mengambil keputusan yang adil
     b.  bentuk pengendalian konflik yang mengunakan jasa seorang wasit
     c.  bentuk pengendalian konflik yang dilakukan menggunakan mediator
     d.  bentuk pengendalian konflik dengan cara menyudutkan salah satu pihak
     e.  bentuk pengendalian konflik yang dilakukan dengan menggunakan kekuatan dominasi salah satu pihak
15. Yang dimaksud alkulturasi adalah ... .
     a.  proses penyesuaian kebudayaan-kebudayaan yang berbeda
     b.  proses perubahan yang ditandai dengan terjadinya penyatuan dua kebudayaan yang berbeda
     c.  proses perubahan yang ditandai dengan menyatunya dua kelompok yang berbeda
     d.  proses perubahan yang ditandai dengan penyatuan dua kebudayaan yang berbeda sehingga salah satu kebudayaan asing
     e.  proses perubahan yang ditandai dengan hilangnya identitas salah saatu kelompok dalam masyarakat
16. Kebudayaan asing akan relatif mudah diterima apabila memenuhi syarat tertentu, misalnya ... .
     a.  ada hamatan geografis, seperti daerah yang sulit dijangkau
     b.  kebudayaan asing tersebut lebih modern
     c.  adanya perbedaan dengan unsur-unsur krbudayaan lama
     d.  pengetahuan dan ketrampilan yang berbeda
     e.  kebudayaan yang bersifat kebendaan
17. Yang dimaksud konflik relistis adalah ... .
     a.  konflik yang berasal dari kekecewaan induvidu tau kelompok atas tuntutan-tuntutan maupun perkiraan keuntungan yang terjadi dalam hubungan sosial
     b.  konflik yang berasal bukan berasal dari tujuan-tujuan yang bertentangan, tetapi dari kebutuhan untuk meredakan ketegangan
     c.  konflik yang menggunakan ilmu gaib
     d.  konflik yang menggunakan cara mengkambinghitamkan salah satu pihak
     e.  konflik yang menyebabkan salah satu pihak harus menerima kekalahan
18. peristiwa pemerkosaan terhadap seorang wanita tergolong dalam kekerasan ... .
     a.  direct violence
     b.  indirect violence
     c.  induvidual violence
     d.  structural violence
     e.  subjective violence
19. Kebijakan pembangunan negara yang tidak adil merata, termasuk dalam kekerasan ... .
     a.  direct violence
     b.  indirect violence
     c.  induvidual violence
     d.  functional violence
     e.  subjective violence
20. Kegunaan dari katup penyelamat (safety value) dan penyelesaian konflik adalah ... .
     a.  dapat membiarkan salah satu pihak mengambil keputusan untuk menyelesaikan konflik
     b.  dapat menyediakan objek-objek tertentu yang dapat mengalihkan perhatian pihak-pihak yang bertikai
     c.  dapat mendorong kedua pihak untuk saling memaafkan
     d.  dapat menyediakan berbagai solusi yang dapat dipilih oleh kedua belah pihak
     e.  dapat memberi solusi, tetapi dengan syarat bahwa kedua belah pihak bersedia berkompromi dan saling memaafkan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar